30 Orang Tewas di Benteng Warisan Dunia UNESCO di Haiti

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Sekitar 30 orang meninggal dunia akibat berdesakan dan terinjak-injak di Benteng Laferriere,

Haiti

, salah satu tempat wisata favorit yang berstatus situs warisan dunia UNESCO.

Melansir

Reuters

, Kepala Perlindungan Sipil untuk Departemen Nord Haiti Jean Henri Petit mengatakan saat peristiwa terjadi Benteng Laferriere dipenuhi para pelajar dan wisatawan lain yang untuk menghadiri perayaan tahunan. Jumlah korban tewas diprediksi masih akan bertambah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aime menyatakan belasungkawa dan solidaritas untuk para keluarga korban.

Ia mengakui dalam peristiwa ini ada banyak anak-anak muda yang datang menghadiri perayaan tahunan Citadel, Meski demikian ia belum bisa memastikan jumlah korban tewas dalam tragedi tersebut.

Petit berkata insiden desak-desakan terjadi di pintu masuk benteng. Cuaca hujan saat peristiwa terjadi memperburuk situasinya saat itu.

Tragedi dengan puluhan korban jiwa terjadi saat pemerintah Haiti sedang menghadapi kekerasan yang dilakukan para gangster yang telah membunuh banyak warga sipil.

Negara kepulauan ini sebelumnya juga mengalami sejumlah bencana mengerikan, diantaranya ledakan tangki bahan bakar pada 2024 yang menewaskan sekitar 24 orang, kemudian ledakan serupa pada 2021 yang membunuh 90 orang dan gempa bumi pada tahun yang sama dengan jumlah korban tewas hingga 2.000 orang.

(tim/wis)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Slaughter Free]

Baca lagi: Media Iran Sebut Ambisi AS Halangi Kesepakatan Damai

Baca lagi: Setelah Gagal Sepakat, Iran Tak Berencana Lanjut Negosiasi dengan AS

Baca lagi: Pakar Prediksi El Nino Super Teror Dunia, Rekor Panas Bisa Pecah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: