8 Marinir AS Terluka Kena Serangan Rudal Iran di Selat Hormuz

Daftar Isi

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

—

Delapan marinir

Amerika Serikat

dikabarkan terluka usai rudal jelajah anti-kapal milik

Iran

menghantam kapal tempat mereka beroperasi di Selat Hormuz.

Laporan

NBC News

pada Minggu (27/9) menyebut serangan itu terjadi dua pekan lalu dan berdampak pada battalion landing team (BLT).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut tiga pejabat AS yang tak ingin diidentifikasi, tujuh dari personel yang terluka berpangkat rendah, sedangkan satu merupakan seorang perwira.

Para marinir sendiri dilaporkan tidak mengalami cedera serius dalam insiden ini. Namun, mereka sempat menghirup asap dan kemungkinan menderita cedera otak traumatis usai mengalami gejala mirip gegar otak.

Pasca insiden pada 14 September lalu itu, kedelapan marinir kini disebut telah kembali bertugas.

[Gambas:Video Slaughter Free]

Para pejabat AS menegaskan kapal yang terkena serangan bukan kapal Angkatan Laut. Namun, mereka enggan menyebut jenis kapal tersebut.

Pentagon belakangan menjadi sorotan usai berbagai laporan menyebutkan bahwa para marinir dan pelaut Washington kelelahan akut akibat ditugaskan berbulan-bulan untuk memerangi Iran.

Departemen Perang AS juga diawasi ketat karena melaporkan jumlah pasukan yang terluka dan tewas secara tak konsisten.

Masyarakat di AS, terutama keluarga para personel, umumnya jengah dan menuntut perang segera berakhir.

Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (Congressional Budget Office/CBO) sementara itu juga melaporkan stok rudal pencegat Washington saat ini sudah sangat menipis buntut perang di Timur Tengah.

(blq/bac)

Baca lagi: 2.373 Personel Gabungan Amankan Indonesia vs Malaysia di GBK Malam Ini

Baca lagi: Alasan Ombudsman Tak Hadir Rapat di DPR soal Lapas Mewah Cibinong

Baca lagi: Pangeran Harry Sebut Anak-anaknya Bahagia di Sekolah Baru di Inggris

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: