Ancaman Invasi AS ke Iran Sering Dikaitkan Perang Vietnam, Kenapa?

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Presiden

Amerika Serikat

Donald Trump

bertekad menaklukkan Iran lewat invasi darat, ribuan pasukan diterjunkan.

Namun Iran memberi peringatan kepada AS akan bernasib seperti perang Vietnam. “Baca saja apa yang terjadi di Vietnam,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan

Sky News

.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah pakar pun memperingatkan bahwa tentara AS akan bernasib sama seperti perang Vietnam.

Perang Vietnam terjadi pada 1957 dan 1975 di Vietnam. Perang ini merupakan bagian dari Perang Dingin antara dua kubu ideologi besar, yakni Komunis di timur dan kapitalisme barat yang diwakili AS.

Tentara AS diterjunkan ke Vietnam untuk memenangkan perang. Namun yang diderita justeru kekalahan.

Penyebab AS kalah

Meski tentara AS memiliki senjata konvensional yang unggul, tetapi tidak efektif melawan negara yang belum terindustrialisasi dan tentara yang menggunakan taktik gerilya serta memanfaatkan hutan lebat sebagai tempat berlindung.

Dikutip dari laman

BBC

, tentara Vietnam Utara berdedikasi untuk memperjuangkan kemerdekaan dan komunisme.

Mereka sangat setia kepada kepemimpinan mereka, yang telah memberikan reformasi agraria di utara.

Para prajurit Vietcong bertarung di medan yang sudah dikenal. Mereka memiliki pengetahuan mendalam tentang medan.

Mereka memenangkan hati dan pikiran rakyat Vietnam Selatan dengan tinggal di desa-desa dan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem terowongan, jebakan, dan perlindungan hutan mereka membuat mereka sulit dikalahkan dan sulit ditemukan.

Sementara dalam negeri AS kecaman terus mengalir. Liputan media yang brutal dan meningkatnya jumlah korban jiwa memicu gerakan anti-perang yang besar di AS, menekan pemerintah untuk menarik diri.

Pada puncak peperangan, AS menempatkan lebih dari setengah juta tentara di Vietnam.

Biaya yang dihabiskan untuk itu pun sangat mencengangkan. Pada tahun 2008, sebuah laporan Kongres AS memperkirakan total pengeluaran untuk perang adalah US$686 miliar (lebih dari US$950 miliar atau Rp14.323 triliun dalam kurs saat ini).

Tentara AS kalah dan menarik seluruh pasukan pada 1975. Pasukan ditarik dengan korban nyawa sebanyak 58 ribu tentara AS tewas.

(imf/bac)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Slaughter Free]

Baca lagi: Hyun Bin Ditunjuk Jadi Agen Kontraintelijen Kehormatan BIN Korsel

Baca lagi: Wabup Trenggalek Serahkan 14 Truk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih

Baca lagi: Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Mengkhawatirkan

2 Responses

  1. Game online sekarang makin seru dan kompetitif, apalagi kalau platformnya stabil dan fiturnya lengkap. Saya pribadi cukup terkesan dengan pengalaman bermain di nona88, karena gameplay-nya smooth dan banyak pilihan game menarik.

  2. Menurut saya, kunci dari game online yang bagus itu ada di performa dan variasi game. Di untung88, keduanya terpenuhi dengan baik, jadi betah main lama tanpa bosan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: