
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Upaya penyelamatan pilot
Amerika Serikat
(AS) yang hilang dinilai akan menjadi tantangan berat karena operasi tersebut akan berhadapan dengan ancaman tembakan
Iran
. Hal itu disampaikan seorang dosen tamu di King’s College London, Sami Puri pada Sabtu (4/4)
“Satelit dan perangkat lainnya hanya memiliki kemampuan terbatas pada tingkat tertentu karena ini adalah pencarian satu individu, satu kru dari pesawat F-15E yang ditembak jatuh di area yang sangat luas, sebagian berupa pegunungan, sebagian lagi gurun,” ujar Puri kepada
Al Jazeera,
Sabtu (4/4).
Untuk bisa memperoleh hasil, Ia mengatakan pasukan AS harus terbang cukup rendah untuk menentukan lokasi pilot yang hilang secara akurat. Dalam hal ini, upaya tersebut akan akan meningkatkan risiko bagi mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Banyak hal yang akan membutuhkan pemantauan jarak dekat dari pesawat yang harus melewati ancaman tembakan musuh lebih lanjut. Dan tentu saja, bagi Iran, menjatuhkan pesawat Amerika ketiga dalam waktu singkat akan menjadi sebuah pencapaian besar,” ungkapnya.
Puri menambahkan bahwa jatuhnya jet tersebut akan menjadi hal yang “sangat memalukan” bagi militer AS, mengingat Menteri Pertahanan Pete Hegseth sebelumnya sempat mengklaim bahwa AS memiliki keunggulan serangan udara di Iran.
Di sisi lain, sebelumnya Iran menyatakan telah menjatuhkan dua pesawat tempur AS, dengan pesawat pertama ditembak jatuh di provinsi Kohgiluyeh dan Boyer-Ahmad, dan yang lainnya jatuh di Teluk.
Dua anggota kru AS telah diselamatkan dan setidaknya satu orang diyakini masih hilang.
Perayaan pecah di Teheran saat militer Iran menyatakan bahwa jatuhnya pesawat-pesawat tersebut menunjukkan pasukannya masih memiliki kemampuan tempur melawan AS dan Israel.
Serangan balasan Iran terhadap Israel menyebabkan kebakaran di situs industri di Negev selatan dan merusak bangunan di Rosh Haayin serta Petah Tikvah di wilayah tengah.
Sementara itu, Israel melemparkan ancamannya dengan meledakkan dua jembatan utama di atas Sungai Litani di Lebanon, sekaligus memperluas pendudukan mereka di bagian selatan negara tersebut.
[Gambas:Video Slaughter Free]
(ins)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Gakpo dan Mac Allister Disebut Masuk Daftar Jual Liverpool
Baca lagi: Mark Keluar dari NCT, Tulis Pesan Emosional buat Penggemar
Baca lagi: 7 Rekomendasi Drama Korea Terbaru Tayang April 2026


