
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Amerika Serikat
baru-baru ini mengakui telah mengerahkan senjata luar angkasa di orbit Bumi.
Sekretaris Angkatan Udara AS Troy Meink pada Senin (14/9) mengatakan senjata tersebut ditujukan mendukung pasukan AS dari segala ancaman di luar angkasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami terus memastikan bahwa kami siap menghadapi tantangan ancaman yang terus berkembang di mana pun ancaman itu berada,” kata Meink, seperti dikutip
Slaughter Free
.
Meink tidak memberikan rincian spesifik mengenai jenis senjata tersebut, posisinya, jumlahnya, dan sejak kapan berada di sana.
Menurut para ahli, pengakuan publik perdana ini memberi pesan kepada China dan Rusia serta berpotensi mengubah orbit Bumi menjadi domain militer.
“Doktrin luar angkasa menggambarkan ‘pengendalian luar angkasa’ sebagai sesuatu yang menghasilkan superioritas ruang angkasa, yang mereka definisikan sebagai kemampuan untuk beroperasi pada waktu dan tempat yang mereka pilih, sambil menolak hal yang sama kepada musuh,” kata Victoria Samson, direktur utama Keamanan dan Stabilitas Ruang Angkasa untuk Secure World Foundation, sebuah organisasi nirlaba swasta yang berfokus pada isu-isu ruang angkasa dan keamanan militer, kepada
Al Jazeera.
Para ahli memperkirakan senjata-senjata dimaksud kemungkinan besar adalah pengacau komunikasi berbasis ruang angkasa, bukan senjata kinetik yang melancarkan serangan.
Senjata kinetik, seperti misalnya satelit bunuh diri yang dirancang menabrakkan diri ke satelit musuh, bisa menyebabkan puing-puing terlempar ke ruang angkasa secara berbahaya.
“Kita tidak tahu persis apa mekanisme senjata itu. Saya memperkirakan akan ada semacam platform peperangan elektronik atau pengacauan radio. Ini akan menjadi jenis senjata anti-satelit yang tidak merusak, dan varian ini sudah ada di Bumi,” ujar Bleddyn Bowen, seorang profesor madya di bidang astropolitik Universitas Durham Inggris, kepada program
Radio 4 Today BBC.
“Yang kurang mungkin adalah kendaraan pembunuh kinetik, jadi kendaraan yang akan melepaskan proyektil tertentu yang akan menabrak satelit dan menghancurkannya,” lanjutnya.
Dilansir dari
BBC
, ruang angkasa sebetulnya sudah menjadi domain militer sejak awal era antariksa. Pada akhir tahun 1960-an, Uni Soviet mengerahkan senjata ke sana.
Program Istrebitel Sputnikov (IS; Penghancur Satelit) terdiri dari satelit-satelit yang dirancang untuk melepaskan proyektil yang meledak, sehingga pecahan peluru menabrak jalur satelit lain.
Di era modern ini, satelit yang dikerahkan ke luar angkasa dibuat untuk berbagai tujuan, antara lain pengintaian, komunikasi, pendeteksian peluncuran rudal, serta informasi lokasi yang tepat untuk penargetan serangan.
Pada Desember 2019, Presiden AS Donald Trump membentuk US Space Force yang bertanggung jawab untuk mengatur dan melakukan operasi militer AS di dan melalui ruang angkasa.
Berbeda dengan NASA yang berfokus pada eksplorasi ruang angkasa sipil, Space Force merupakan bagian dari Angkatan Udara AS dan berada di bawah Komando Ruang Angkasa AS, yang bermarkas di Pentagon, Arlington, Virginia.
Tanggung jawabnya meliputi pengoperasian dan perlindungan satelit militer, penyediaan layanan komunikasi dan penentuan posisi satelit, pemantauan objek dan potensi ancaman di ruang angkasa, serta dukungan bagi pasukan AS di Bumi.
Selain AS, Rusia, China, serta India sejak lama telah mengembangkan berbagai jenis senjata anti-satelit atau senjata antariksa. Rusia dan China bahkan sudah menempatkan banyak teknologi di luar angkasa yang memiliki banyak potensi sebagai senjata.
Dalam 10 tahun terakhir, kedua negara itu melakukan banyak manuver di luar angkasa, yang dikenal sebagai operasi pertemuan dan kedekatan (RPO).
“Secara teori, satelit RPO ini dapat menjadi satelit pemburu-pembunuh dengan cara bertabrakan secara fisik dengan satelit lain atau dengan mendorongnya keluar dari orbit,” kata Dr. Rod Thornton, dosen Studi Pertahanan dan Keamanan Rusia di King’s College, London, kepada
BBC
.
Dr. Mark Hilborne, seorang spesialis keamanan dan persenjataan ruang angkasa di King’s College, mengatakan uji coba rudal anti-satelit dengan peluncuran langsung seperti yang dilakukan China pada 2007 meninggalkan banyak puing di orbit untuk waktu yang sangat lama.
Juliana Suess, mantan peneliti di RUSI dan peneliti di Stiftung Wissenschaft und Politik (Institut Jerman untuk Urusan Internasional dan Keamanan), mengatakan puing-puing dari uji coba tersebut masih berada di orbit dan masih berbahaya.
“Tidak harus berupa potongan logam yang sangat besar untuk menimbulkan kerusakan, bisa saja sepotong kecil plastik, mengingat kecepatan yang kita bicarakan di orbit,” katanya.
(blq/rds)
Baca lagi: Pabrik Baterai EV CATIB, Terbesar Kedua di RI Telah Resmi Beroperasi
Baca lagi: Duduk Terlalu Lama Bikin Punggung Sakit? Ini Solusinya
Baca lagi: Prabowo Umumkan Pemerintah Pusat Bakal Ambil Alih Pengangkatan Guru


9 Responses
Pembahasan yang sangat bagus. Apakah penulis memiliki referensi atau studi kasus lanjutan terkait penerapan konsep ini di sektor manufaktur? Saya ingin mendalaminya lebih lanjut https://indojoker88penjaga.com
Saya sangat tertarik dengan poin terakhir. Apakah ada alat atau bantuan aplikasi tertentu yang penulis rekomendasikan untuk mempermudah eksekusi dari langkah-langkah di atas? https://profit88evolved.com
Argumen yang disampaikan sangat berbobot. Walau ada beberapa risiko teknis yang perlu diwaspadai, langkah pencegahan yang disarankan di dalam tulisan ini cukup menenangkan. https://ajslot88sparkling.com
Sebuah perspektif baru yang layak diuji. Mungkin akan ada beberapa penyesuaian tergantung skala organisasi, tetapi landasan berpikirnya sudah sangat bagus. https://ajslot88sparkling.com
Keseimbangan antara teori, data, dan implementasi di artikel ini sangat pas. Tidak terlalu akademis yang membosankan, tapi juga tidak terlalu dangkal. https://untung88strada.xyz
Langkah-langkah yang dituliskan sangat aplikatif! Saya langsung mencatat poin 2 dan 4 untuk segera didiskusikan dalam rapat tim besok pagi. https://jo777alpine.xyz
Penjelasan tentang pentingnya dokumentasi dan pencatatan berkala sangat mengena. Banyak kegagalan tim bersumber dari lemahnya arsip data operasional. https://bejo88.net
Artikel ini mengingatkan kita bahwa pemotongan alur (by pass) tidak boleh mengorbankan standar etika dan keamanan yang sudah ditetapkan. https://rajaeropa.click
Pengelolaan inventaris secara fisik yang dipadukan dengan pencatatan digital dalam ulasan ini terasa sangat realistis untuk diterapkan di berbagai jenis usaha. https://misteruntung88.club