
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Kantor Anggaran Kongres
Amerika Serikat
(Congressional Budget Office/CBO) melaporkan stok rudal pencegat Washington saat ini sudah sangat menipis buntut perang AS vs
Iran
.
CBO memperkirakan militer AS telah menggunakan setengah hingga dua pertiga persediaan rudal pencegat dalam operasi di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari
Reuters
, rudal-rudal pencegat dimaksud mencakup sistem pertahanan Patriot, THAAD, SM-3, dan SM-6.
Badan federal AS ini menyebut butuh waktu setidaknya lima tahun untuk mengisi kembali persediaan.
CBO menggarisbawahi bahwa produksi rudal pencegat akan menelan biaya sekitar $13,1 miliar (sekitar Rp231 triliun) dari total US$21,7 miliar (sekitar Rp384 triliun) untuk pengisian kembali amunisi. Biaya ini di luar US$7,3 miliar (sekitar Rp129 triliun) untuk mengganti rudal jelajah serangan darat.
CBO mewanti-wanti bahwa minimnya stok amunisi AS saat ini berisiko menghambat respons Pentagon jika terjadi konflik di masa depan.
Pada Senin (14/9), Pentagon alias Departemen Perang telah mengakui bahwa AS sudah kekurangan amunisi akibat perang di Timur Tengah.
“Pengeluaran amunisi untuk Operasi Enduring Freedom (OEF) telah mengakibatkan kekurangan persediaan strategis dan mengungkap hambatan basis industri untuk pemasokan kembali amunisi,” demikian laporan inspektur jenderal departemen kepada Kongres, seperti dikutip
Middle East Eye (MEE).
Laporan tersebut juga mengungkap kerugian pada armada AS, termasuk pesawat tempur F-15 yang hancur, satu pesawat tempur F035 yang rusak, tujuh pesawat tanker KC-135 yang rusak, dan sekitar 30 pesawat nirawak MQ-9 Reaper yang hancur.
Lebih lanjut, “ratusan bangunan dan struktur” di pangkalan-pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania juga disebut rusak maupun hancur akibat serangan Iran.
(blq/rds)
Baca lagi: FOTO: Pesona Robert Pattinson Hadiri Premier Primetime di Venesia
Baca lagi: Crazyrich88 Pusat Game Online Paling Terpercaya
Baca lagi: FOTO: Setelah 17 Tahun, Lucas Museum of Narrative Art Akhirnya Rampung


7 Responses
Pembahasan yang sangat bagus. Apakah penulis memiliki referensi atau studi kasus lanjutan terkait penerapan konsep ini di sektor manufaktur? Saya ingin mendalaminya lebih lanjut https://indojoker88penjaga.com
Sebuah perspektif baru yang layak diuji. Mungkin akan ada beberapa penyesuaian tergantung skala organisasi, tetapi landasan berpikirnya sudah sangat bagus. https://ajslot88sparkling.com
Keseimbangan antara teori, data, dan implementasi di artikel ini sangat pas. Tidak terlalu akademis yang membosankan, tapi juga tidak terlalu dangkal. https://untung88strada.xyz
Bookmark terpasang! Ini tipe artikel yang perlu dibaca berkali-kali agar semua poin pentingnya benar-benar terserap dengan baik. https://fins88a.help
Kalau dibandingkan dengan beberapa ulasan sejenis dari luar negeri, pembahasan di tulisan ini terasa jauh lebih pas dengan konteks dan dinamika lokal. https://tirto88a.help
Integrasi sistem yang dijelaskan di sini sangat inspiratif. Mengoreksi alur data yang terpisah-pisah (siloed) memang kunci utama kelancaran operasional. https://mister138b.help
Artikel ini mengingatkan kita bahwa sistem sebaik apa pun di layar komputer akan sia-sia jika eksekusi fisik di lapangan masih berantakan dan tidak teratur. https://jo777.website