
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan
Korea Utara
telah meningkatkan kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir.
Pernyataan ini disampaikan Grossi pada Rabu (15/4) berdasarkan pemantauan terbaru terhadap aktivitas nuklir negara itu di tengah perang AS dan
Iran
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Semua itu menunjukkan peningkatan yang serius dalam kemampuan DPRK di bidang produksi senjata nuklir,” kata Grossi, dikutip
The Straits Times
.
Ia menggunakan singkatan dari nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.
Menurut IAEA, aktivitas yang terpantau meliputi pengoperasian reaktor 5MW, fasilitas pengolahan ulang, reaktor air ringan, serta berbagai instalasi lain di kompleks nuklir Yongbyon.
Selain itu, lembaga itu juga melihat adanya pembangunan fasilitas baru yang mirip dengan pabrik pengayaan uranium, yang menandakan kapasitasnya terus bertambah.
Grossi menambahkan program nuklir Korut saat ini diperkirakan telah menghasilkan puluhan hulu ledak.
Indisikasi ini terlihat dari aktivitas di berbagai fasilitas, termasuk yang berada di luar Yongbyon.
Temuan ini juga didukung oleh analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS), yang pada 13 April melaporkan citra satelit terbaru menunjukkan adanya fasilitas pengayaan uranium baru yang diduga bisa menghasilkan material untuk senjata.
Namun, Grossi mengatakan hingga kini IAEA belum menemukan bukti keterlibatan teknologi Rusia dalam program nuklir Korut.
Ia menilai kerja sama antara Rusia dan Korut pada 2025 kemungkinan masih terbatas pada proyek nuklir sipil, meskipun masih terus dipantau.
“Bergerak menuju senjata nuklir tidak akan pernah memberikan peningkatan keamanan bagi negara mana pun,” kata Grossi.
(rnp/bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: 3 Hal Ini Bikin Salmokji Viral hingga Cetak Box Office Korea
Baca lagi: Sinopsis Sicario Day of the Soldado, Bioskop Trans TV 16 April 2026
Baca lagi: FOTO: Setelah 25 Tahun, Kebun Binatang AS Sambut Bayi Gajah Asia


