
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Negara-negara Asia Tenggara yang tergabung dalam forum kerja sama ASEAN mulai ‘megap-megap’ merasakan dampak
Selat Hormuz
ditutup akibat perang
Amerika Serikat
dan
Iran
yang belum kunjung berakhir.
Dalam pernyataan bersama para Menteri Luar Negeri ASEAN menyatakan bahwa negara-negara Asia Tenggara yang paling terpukul akibat penutupan Selat Hormuz dan kembali menegaskan mereka “sangat prihatin” atas konflik yang kembali memanas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ASEAN juga menyampaikan “kekhawatiran serius” atas permusuhan yang kembali memanas antara AS dan Iran sehingga mengancam ketahanan energi di kawasan itu.
“Kami sangat prihatin bahwa perkembangan ini sangat melemahkan upaya yang sedang dilakukan oleh para mediator utama dan mengurangi prospek penyelesaian damai melalui dialog dan diplomasi,” demikian pernyataan bersama para Menlu ASEAN dalam sebuah pernyataan bersama.
Negara-negara di Asia menjadi yang paling terpukul karena penutupan total Selat Hormuz oleh Iran, jalur penting bagi sekitar 60 persen pasokan energi kawasan tersebut.
Awal tahun ini, sejumlah negara yang kekurangan energi mengambil langkah-langkah radikal untuk menjaga perekonomian mereka tetap berjalan, bahkan Filipina sampai mendeklarasikan keadaan darurat nasional.
Para Menlu ASEAN kemudian menyatakan bahwa pertempuran AS dan Iran yang kembali pecah mengakibatkan “implikasi lebih lanjut” terhadap perdagangan, energi, dan ketahanan pangan di kawasan tersebut.
Stabilitas rantai pasokan pertanian dan pupuk menjadi perhatian khusus akibat penutupan Selat Hormuz, lanjut pernyataan tersebut.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Ketok Palu, RUU Satu Data Indonesia Resmi Jadi Usul Inisiatif DPR
Baca lagi: Hamas Punya Bos Baru, Apa Dampaknya bagi Jalur Gaza?
Baca lagi: Pasar 10 Mobil Listrik Semester I 2026, Siapa Terlaris?




2 Responses
Insight yang luar biasa dari penulis, benar-benar memberikan pencerahan baru bagi para pembaca. Terima kasih admin! Kebetulan saya juga menjumpai artikel serupa di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320720010_htm yang mengulasnya secara mendetail.
Penjelasan yang luar biasa rapi dan sangat kontekstual dengan kondisi saat ini. Sukses selalu buat blognya. Btw, ada ringkasan materi pendukung yang lumayan oke di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320512303_htm