
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Menteri Luar Negeri
Belanda
Tom Berendsen memanggil duta besar Israel terkait keputusan Tel Aviv mencabut status diplomatik beberapa karyawan misi Bela nda di Ramallah, Tepi Barat,
Palestina
.
Berendsen mengumumkan langkah tersebut selama konferensi pers bersama dengan Menmu Jerman, Johann Wadephul, Senin (28/9) dikutip
Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berendsen mengatakan ingin klarifikasi dari Duta Besar Zvi Aviner Vapni tentang detail dan konsekuensi keputusan tersebut.
Duta Besar Israel diperkirakan akan hadir di Kementerian Luar Negeri Belanda pada Selasa.
Menurut laporan tersebut, personel Belanda yang terkena dampak sudah diperintahkan untuk meninggalkan Israel dalam waktu tujuh hari.
Keputusan Israel diambil setelah Belanda memberlakukan berbagai tindakan terhadap Israel, termasuk larangan impor dari permukiman ilegal di Tepi Barat dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki.
Israel lalu membalas tindakan Belanda dengan mencabut status diplomatik karyawan di Kedubes mereka di Israel.
Berendsen menggambarkan langkah Israel sebagai “tidak perlu.”
Sebelumnya, duta besar itu juga di panggil pada Mei terkait apa yang digambarkan Belanda sebagai perlakuan yang merendahkan martabat para aktivis di atas armada kapal yang menuju Gaza.
(isa/rds)
Baca lagi: Alasan Utama Audi Marissa dan Anthony Xie Kembali Rujuk
Baca lagi: Korban Keracunan PPDS Unair Bertambah Jadi 178 Orang
Baca lagi: Harga Minyak Dunia Mepet US$100 usai Iran Serang Aset Militer AS


