
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Mantas bos intelijen
Israel
Shin Bet, Ronen Bar, akan mengguggat Perdana Menteri
Benjamin Netanyahu
usai dianggap gagal menghalau serangan dadakan Hamas hingga memicu agresi brutal.
Bar mengajukan gugatan pencemaran nama baik usai Netanyahu menuduh dia mengetahui tanda-tanda serangan dadakan tapi gagal memberi tahu pemerintah atau mengambil tindakan yang memadai, demikian dikutip
Middle East Monito
r,
Selasa (28/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bar menolak mentah-mentah tuduhan PM Israel itu. Ia balik menuduh Netanyahu melakukan kampanye yang bertujuan mengalihkan tanggung jawab kepada para pejabat keamanan.
Lebih lanjut, Bar mengatakan pengacaranya akan berupaya mendapat dokumen-dokumen yang berkaitan dengan informasi yang diberikan ke Netanyahu sebelum serangan itu.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Rencana gugatan Bar juga muncul usai media Israel
Haaretz
melaporkan Presiden Uni Emirat Arab MBZ (Mohammed bin Zayen) berbicara dengan Netanyahu melalui telepon beberapa hari sebelum serangan dadakan Hamas.
Dalam percakapan itu, MBZ mewanti-wanti Netanyahu soal potensi serangan dadakan Hamas yang memicu agresi brutal Israel ke Palestina pada Oktober 2023 dan berlangsung lebih dari dua tahun.
Para pejabat Israel menanggapi laporan itu dengan negatif dan menuduhnya sebagai berita palsu.
Tuduhan Netanyahu mengabaikan peringatan MBZ juga muncul saat dia berupaya mengamankan posisinya dalam pemilihan umum bulan depan. Ia tertinggal dalam jajak pendapat dan menghadapi lawan sengit, eks kepala militer Gadi Eisenkot.
(isa/bac)
Baca lagi: Foto Syuting The Mummy 4 Bocor, Ada Brendan Fraser dan Rachel Weisz
Baca lagi: Kasus Kim Soo-hyun terkait Hubungannya dengan Kim Sae-ron Berakhir
Baca lagi: PNM Mekaar Dampingi Perajin Blangkon Jawa Bertahan di Era Modern



