
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Filipina
melaporkan kemunculan wabah flu burung atau avian
influenza
jenis
H5N1
yang menyerang unggas peliharaan warga di Provinsi Oriental Mindoro. Laporan tersebut disampaikan Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH) pada Jumat (10/7).
Kasus ini kembali memicu kekhawatiran terhadap penyebaran virus H5N1 yang sangat patogen. Dalam beberapa tahun terakhir, virus tersebut telah menyebabkan kematian jutaan unggas di berbagai negara, mengganggu pasokan pangan, mendorong kenaikan harga produk unggas, serta meningkatkan risiko penularan ke manusia.
Berdasarkan laporan otoritas Filipina yang dikutip WOAH, virus H5N1 terdeteksi pada kawanan berisi 39 ekor unggas di wilayah Capalan, Oriental Mindoro.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai langkah pencegahan, seluruh unggas dalam kawanan tersebut langsung dimusnahkan untuk mencegah penyebaran virus ke peternakan maupun wilayah lain.
Melansir VNExpress, flu burung merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza tipe A yang umumnya menginfeksi unggas, baik unggas liar maupun unggas ternak. Varian H5N1 dikenal sebagai salah satu jenis yang paling mematikan karena dapat menyebabkan kematian tinggi pada unggas dalam waktu singkat.
Selain berdampak pada sektor peternakan, penyebaran H5N1 juga menjadi perhatian dunia karena meski jarang, virus ini dapat menginfeksi manusia yang melakukan kontak erat dengan unggas yang terpapar. Oleh karena itu, setiap kemunculan kasus baru biasanya direspons dengan pemusnahan unggas dan pengawasan ketat terhadap wilayah terdampak.
Hingga kini, otoritas Filipina terus memantau situasi di Oriental Mindoro untuk memastikan wabah tidak meluas ke daerah lain. Langkah pengendalian penyakit juga dilakukan guna melindungi industri perunggasan dan meminimalkan risiko penularan lebih lanjut.
(tis/tis)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Bandara Terbesar di ASEAN Ini Ramai Penipuan, Otoritas Tindak Tegas
Baca lagi: JK Kenang Rachmat Gobel: Sosok Pengusaha Ramah dan Banyak Sahabat
Baca lagi: Puncak Kemarau Juli-September, Ini Cara Tetap Sehat saat Cuaca Panas



One Response
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://kldp.org/node/60335 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.