
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Kementerian Luar Negeri
Pakistan
mengonfirmasi
Amerika Serikat
dan
Iran
belum mendapatkan tanggal pasti untuk mengadakan pertemuan lanjutan antara para negosiator, pada Kamis (16/4).
Pertemuan ini diharapkan dapat mengakhiri konflik yang telah berlangsung hampir tujuh pekan, sementara gencatan senjata dua pekan yang diumumkan pada 8 April akan segera berakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Juru bicara Kemlu Pakistan Tahir Andrabi menyatakan teknis pertemuan bergantung pada pihak-pihak yang terlibat.
“Siapa yang akan datang, sebesar besar delegasinya, siapa yang akan tinggal, dan siapa yang akan pergi, itu terserah pihak-pihak yang terlibat untuk memutuskan,” ujar Andrabi, dikutip
Al Jazeera
.
Ia menegaskan Pakistan sebagai mediator memiliki tanggung jawab untuk menjaga kerahasiaan proses negosiasi.
“Sebagai mediator, penting bagi kami untuk menjaga kerahasiaan pembicaraan. Kami memiliki detail dan informasi yang dipercayakan kepada kami oleh pihak-pihak yang bernegosiasi,” ujarnya.
Andrabi juga menyebut mengenai putaran pertama pembicaraan yang berlangsung pada 12 April di Islamabad belum ada hasil signifikan.
“Tidak ada terobosan maupun kegagalan,” ujar Andrabi.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Ia juga membenarkan isu nuklir masih menjadi salah satu fokus utama dalam pembahasan, meskipun tidak merinci lebih lanjut.
Situasi ini terjadi di tengah langkah aktif para pemimpin sipil dan militer Pakistan yang terus bergerak mendorong proses diplomasi.
Upaya itu juga mulai disebut sebagai “Proses Islamabad”, yang mencerminkan pendekatan berkelanjutan dalam memfasilitasi negosiasi, bukan sekadar pertemuan satu kali.
Sebelumnya, Pakistan telah melakukan persiapan kemungkinan putaran kedua pembicaraan antara AS dan Iran yang akan digelar di Islamabad.
“Persiapan sudah dimulai kemarin (Selasa), khususnya untuk memastikan pengaturan keamanan yang sempurna,” kata sumber pemerintah Pakistan, dikutip
Anadolu Agency.
Sejumlah sumber di Islamabad menyebut pertemuan lanjutan diperkirakan berlangsung pada akhir pekan ini atau awal pekan depan.
Sumber itu juga menambahkan Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf kemungkinan kembali memimpin delegasi masing-masing.
(rnp/rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Kebakaran Maut Grogol: Diduga Tiang Konslet, Ada Sepeda Listrik Dicas
Baca lagi: Polisi Resmi Cabut Status Tersangka Rismon di Kasus Ijazah Jokowi
Baca lagi: Bahlil Rapat dengan Prabowo di Istana, Apa Hasilnya?



