Houthi Serang Fasilitas Minyak di Riyadh, Saudi Serang Ibu Kota Yaman

Daftar Isi

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

—

Kelompok

Houthi

yang menguasai Yaman dengan

Arab Saudi

masih saling serang pada Sabtu (3/10). Houthi mengeklaim serangan fasilitas minyak di Riyadh, sementara Saudi menyerang ibu kota Yaman, Sanaa.

Serangan tersebut masih jadi bagian permusuhan keduanya semenjak Houthi merebut seluruh pesisir Laut Merah Yaman dan menguasai Selat Bab al-Mandab dalam sebuah serangan kilat bulan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diberitakan

AFP

, televisi Al-Masirah yang berafiliasi dengan Houthi melaporkan “pesawat musuh Saudi” menghantam Sanaa dengan 26 serangan.

Serangan tersebut terjadi setelah laporan adanya “agresi Saudi” terhadap ibu kota Yaman tersebut, tanpa memberikan rincian mengenai target atau korban jiwa.

Dua jurnalis di Sanaa melaporkan mendengar ledakan keras dan melihat pesawat tempur menembakkan rudal ke arah kota itu.

Sementara itu di Arab Saudi, kobaran api dan asap terlihat membumbung pada Sabtu (3/10) sore dari sebuah fasilitas Aramco di sebelah selatan Riyadh.

Meskipun pihak Saudi belum memberikan komentar, pada Sabtu (3/10) malam, juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, menyatakan kelompoknya telah menargetkan fasilitas minyak di Riyadh menggunakan rudal balistik dan drone.

Ia juga menambahkan bahwa serangan tersebut memicu kebakaran di lokasi-lokasi yang ditargetkan.

AFP

melaporkan petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api di kilang minyak Aramco Riyadh yang berada di sisi selatan kota, sementara ambulans dan kendaraan polisi bersiaga di dekat fasilitas tersebut.

Saluran Al-Masirah milik Houthi sebelumnya pada Sabtu (3/10) juga melaporkan serangan rudal terhadap jaringan telekomunikasi di Saada, wilayah barat laut Yaman yang merupakan salah satu basis kekuatan kelompok tersebut.

Peristiwa ini terjadi setelah Houthi menyatakan bahwa Arab Saudi membom ibu kota Yaman pada Kamis (1/10) malam, yang menjadi serangan pertama sejak pertempuran kembali pecah antara kedua belah pihak pada Juli 2026.

(afp/end)

Baca lagi: Pemimpin Pertama Hong Kong & Taipan Tung Chee Hwa Meningal Dunia

Baca lagi: Cekcok Berebut Antrean di SPKLU Berujung Baku Hantam

Baca lagi: PERKOSMI: Baru 10 Persen Produk Kosmetik Sudah Sertifikasi Halal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: