
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Iran
berencana menjual sejumlah kapal komersial yang terkait dengan
Amerika Serika
t
dan
Israel
setelah kapal-kapal tersebut disita selama konflik di Selat Hormuz dan Teluk Persia, pada Selasa (22/9).
Iran menyebut bahwa hasil penjualan kapal akan digunakan untuk membantu individu dan keluarga yang terdampak perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pusat Pengacara di lembaga peradilan Iran, Hassan Abdollianpour, mengatakan sejumlah kapal milik atau terkait dengan perusahaan AS dan Israel telah disita di Selat Hormuz dan Teluk Persia berdasarkan putusan pengadilan.
“Hasil penjualan kapal-kapal ini akan digunakan untuk membantu individu dan keluarga yang terkena dampak perang baru-baru ini,” kata Abdollianpour, seperti dilaporkan Kantor Berita Mizan.
Selain rencana penjualan kapal, para ahli saat ini mulai menilai kerusakan akibat serangan AS di Provinsi Hormozgan, Iran selatan, dan wilayah sekitarnya, menurut Abdollianpour.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Konflik antara Iran, AS, dan Israel dimulai pada 28 Februari. Iran mengatakan serangan AS dan Israel dalam perang tersebut telah menewaskan ribuan orang, demikian laporan
Middle East Monitor
.
Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan rudal dan pesawat tanpa awak ke sejumlah wilayah.
Dalam eskalasi konflik tersebut, Iran juga secara efektif menutup Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama pasokan energi dunia.
(mge/bac)
Baca lagi: Mamdani Balas Netanyahu, Cap PM Israel Arsitek Genosida
Baca lagi: Crazyrich88 Pusat Game Online Paling Terpercaya
Baca lagi: Aktivis Perempuan Kritik Bebas Bersyarat Bechi: What Happened To That?


