
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Iran
membantah klaim bahwa mereka mengajukan negosiasi di tengah gempuran
Amerika Serikat (AS)
beberapa waktu lalu.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei bahkan mengatakan Angkatan Bersenjata siap membalas segala pelanggaran yang dilakukan AS.
“Iran tak meminta pembicaraan dengan Washington,” demikian laporan media pemerintah Iran,
IRNA
, dari pernyataan Baghaei, Sabtu (11/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, dia mencatat Iran sudah menerima permintaan dari mediator regional untuk membahas perkembangan terkini dan menjamu delegasi Qatar di Mashhad.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump mengeklaim Iran meminta AS untuk melanjutkan pembicaraan dan Washington setuju.
Baghaei lantas menegaskan pendekatan Iran ke AS tetap berdasarkan tindakan resiprokal, tak akan melakukan kewajiban tanpa tindakan yang sesuai dari pihak lain.
“Washington telah berulang kali melanggar ketentuan nota kesepahaman yang baru saja ditandatangani,” kata dia.
Lebih lanjut, Jubir itu menegaskan AS sudah melanggar MoU beberapa kali hanya dalam waktu 22 hari setelah ditandatangani. Tindakan ini mencakup pembatasan penjualan minyak Iran dan pengumuman sanksi baru.
“Republik Islam Iran telah mengambil langkah-langkah timbal balik yang diperlukan, dan pendekatan ini akan berlanjut di masa mendatang,” imbuhnya.
AS dan Iran menandatangani MoU pada Juni lalu. Kesepakatan itu mencakup penghentian pertempuran dari seluruh front, pencairan aset Iran yang dibekukan AS, hingga mengizinkan impor minyak Iran.
Namun, AS melanggar kesepakatan tersebut dan yang terbaru adalah mengggempur Iran. Mereka bahkan menyerang fasilitas sipil di Iran.
(isa/lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Wamendagri Ribka Tekankan Pentingnya Pemda Perkuat TP PKK
Baca lagi: Kemlu: 60 WNI Terjaring Penggerebekan Sindikat Online Scam Timor Leste
Baca lagi: Pakar Beri Catatan Penting soal MoU MPR-MK Terkait Tafsir Konstitusi



One Response
Penjelasannya bikin melek banget, bahasanya juga santai. Buat yang mau deep dive soal ginian, coba buka https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=296540 di sana ulasannya lumayan ngebantu.