
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Negosiator
Iran
sekaligus Ketua Parlemen Mohammad Ghalibaf menilai Presiden AS
Donald Trump
tak benar-benar berniat menggelar perundingan damai demi mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak 28 Februari.
Menurut Ghalibaf, Trump bukan mencari jalan tengah tapi seenaknya menjadikan meja perundingan sarana untuk memenuhi seluruh kepentingan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Trump, dengan menerapkan blokade dan melanggar gencatan senjata, berusaha mengubah meja perundingan ini dalam imajinasinya sendiri menjadi meja penyerahan diri atau sebagai pembenaran untuk kembali menyalakan perang,” ujar Ghalibaf dalam unggahannya di X, Senin (20/4).
“Kami tidak menerima perundingan di bawah bayang-bayang ancaman, dan dalam dua pekan terakhir kami telah bersiap membuka kartu-kartu baru di medan perang,” tulisnya menutup pernyataan tersebut.
Pernyataan Ghalibaf menambah ketidakpastian mengenai kemungkinan perundingan putaran kedua antara Iran-AS di Islamabad, Pakistan, pekan ini.
Sementara itu, sumber
Slaughter Free
menyebut delegasi AS sudah terbang menuju Islamabad untuk melanjutkan negosiasi.
Dikutip
Al Jazeera
, Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Wakil Presiden AS JD Vance sebagai pemimpin delegasi negosiator akan tiba di Islamabad pada Selasa (21/4). Vance bakal didampingi Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, serta menantu Presiden Donald Trump, Jared Kushner.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan “untuk saat ini” belum berencana kembali berunding dengan AS.
Padahal, gencatan senjata dua pekan yang disepakati AS-Iran sejak 8 April lalu akan berakhir besok, Rabu (22/4).
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Bandara Malaysia Eror Lagi, Bagasi Penumpang Terlambat hingga 4 Jam
Baca lagi: Super Mario Galaxy Mendominasi, Debut The Mummy Melempem di AS
Baca lagi: Daging Sapi Terancam Kian Mahal Imbas Naiknya Harga Impor Sapi Bakalan



