
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Pasukan
Iran
dilaporkan meluncurkan serangan ke pangkalan militer Amerika Serikat (
AS
) di Arab Saudi pada Sabtu (18/7).
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Axios bahwa serangan tersebut diluncurkan dengan menggunakan rudal balistik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini merupakan serangan langsung pertama Iran ke wilayah Saudi dalam empat bulan terakhir.
Teheran terakhir kali menyerang target di Saudi pada awal April di kompleks petrokimia Jubail, demikian dilaporkan
Anadolu Agency
.
Tidak ada informasi apakah serangan tersebut menghantam target.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Pada Sabtu pagi, badan pertahanan sipil Saudi sempat mengeluarkan dua peringatan dini untuk Kota Al Kharj dan Yanbu, namun kemudian diinformasikan bahwa bahaya telah berlalu di kedua wilayah tersebut.
Badan tersebut tidak merinci tentang bahaya yang memicu peringatan itu, demikian dilaporkan
The Times of Israel
.
Serangan itu terjadi setelah Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer AS selama tujuh malam berturut-turut ke Iran resmi berakhir pada Jumat (17/7) malam.
Melalui pernyataan di media sosial X, CENTCOM menyebut serangan terhadap Iran selesai pada pukul 21.30 ET.
Pasukan AS menggempur situs pengawasan, infrastruktur logistik militer, gudang penyimpanan senjata di bawah tanah, serta kemampuan maritim Iran. Operasi itu menggunakan pesawat tempur, drone udara, kapal perang, serta sejumlah aset lainnya.
(blq/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: BGN Masih Punya Utang MBG ke Pihak Ketiga Rp1,6 T
Baca lagi: FOTO: Kabut Asap Selimuti New York Jelang Final Piala Dunia 2026
Baca lagi: Anak Masih Menangis saat Ditinggal di Sekolah? Ini 7 Cara Mengatasinya



