
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Penasihat pemimpin tertinggi
Iran
Yahya Rahim Safiva mengatakan cakupan perang di Timur Tengah bisa mencapai Samudra Hindia jika
Amerika Serikat
terus menyerang.
Safavi menyampaikan pernyataan itu dalam video yang dirilis kantor berita Fars dan dikutip dari
AFP
, Kamis (24/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Karena konflik telah menyebar dari Teluk Persia dan Selat Hormuz ke Laut Merah, ada kemungkinan bahwa, sebagai respons terhadap perang yang lebih lanjut, garis depan akan meluas lebih jauh lagi, mencapai Samudra Hindia dan mungkin lebih jauh lagi,” kata dia.
Samudra Hindia merupakan samudra terbesar ketiga dari lima samudra di dunia, meliputi sekitar 70,5 juta kilometer persegi atau sekitar 20 persen dari permukaan air Bumi. Di sebelah utara, samudra ini berbatasan dengan Asia, termasuk India, Iran, Pakistan, dan Bangladesh.
Pejabat Iran juga sebelumnya mewanti-wanti serangan AS terbaru akan memicu respons yang lebih luas dari Teheran.
AS dan sekutu dekatnya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari lalu. Imbas operasi ini, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya tewas.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Operasi tersebut juga menyebabkan sejumlah pejabat pertahanan dan para pakar nuklir Iran terbunuh. AS dan Iran sebetulnya sempat sepakat gencatan senjata dan meneken nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
Namun, AS disebut berulang kali melanggar kesepakatan dengan menggempur Iran bahkan menyerang infrastruktur sipil yang bisa masuk kejahatan perang.
Hingga kini, AS dan Iran masih bertempur terutama di Selat Hormuz. Washington berambisi memusnahkan nuklir Iran yang dianggap bahaya, padahal Teheran mengeklaim nuklir mereka untuk kepentingan sipil.
(isa/bac)
Baca lagi: FOTO: Inggris Bersiap untuk Ujian Berat di UEFA Nations League
Baca lagi: Gempa M 5,4 Guncang Turki, Kedalaman hingga 7 Km
Baca lagi: Head to Head Timnas Indonesia vs Singapura Jelang FIFA ASEAN Cup

