
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Serangan atau agresi
militer Israel
maupun pemukim koloni Yahudi ke wilayah Gaza dan warga di Tepi Barat, Palestina, kembali terjadi pada akhir pekan ini.
Di saat perhatian dunia tertuju pada konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta upaya gencatan senjata Israel dan Lebanon, ternyata penderitaan warga Palestina di Gaza maupun Tepi Barat belum selesai.
Mengutip dari
Aljazeera
dan kantor berita Palestina,
WAFA,
serangan drone Israel ke Gaza tengah ditujukan ke sebuah kendaraan yang sedang melaju tak jauh dari kamp pengungsian, Nuseirat. Dalam serangan drone itu ada satu orang tewas dan empat terluka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koresponden WAFA melaporkan setidaknya empat roket ditembakkan
drone
Israel itu ke arah mobil yang lagi melintas di atas jembatan Wadi Gaza.
“Membunuh satu orang dan melukai empat lainnya,” demikian diwartakan
WAFA
, Sabtu (11/7).
Jenazah korban tewas kemudian dievakuasi kru ambulans Bulan Sabit Merah Palestina ke Rumah Sakit Martir Al Aqsa di Deir al-Balah. Sementara itu, korban-korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Aqda di kamp pengungsian Nuseirat.
Mengutip dari
Aljazeera
, sumber medis di Gaza mengatakan jumlah korban tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut telah meningkat jadi 73.221, dengan 173.643 orang terluka sejak Oktober 2023.
Selain itu, sejak gencatan senjata yang sebetulnya disepakati mulai 11 Oktober tahun lalu, jumlah korban tewas di wilayah itu mencapai 1.098 orang, 3.535 terluka.
Sementara itu, dalam 48 jam terakhir, Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sudah ada 7 korban tewas yang jasadnya di bawa ke rumah sakit. Pada periode yang sama, 28 korban luka juga dilarikan ke rumah sakit.
“Masih ada sejumlah korban yang tertimbun reruntuhan dan berada di jalan,” kata kementerian itu, “karena ambulans dan kru belum dapat menjangkau untuk mengevakuasi korban.”
Sementara itu di Tepi Barat,
Aljazeera,
melaporkan penduduk koloni Israel menghancurkan sebuah pertanian di area al-Madoudiya. Kemudian di selatan Jenin, yakni di Khirbet Masoud, aksi merusak ladang warga Palestina juga dilakukan pemukim Yahudi dengan cara melepaskan ternak untuk merusak tanaman dan pepohonan.
“Para pemukim [Israel] juga menyerang pekerja dari kota Qabalan, di selatan Nablus, saat mereka sedang memperluas jalur listrik ke sebuah rumah,” demikian diwartakan
Aljazeera
.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengevakuasi empat orang yang terluka akibat agresivitas pemukim Yahudi di Masafer Yatta, selatan Hebron.
Kemudian, tentara Israel dilaporkan menangkap seorang pemuda, Mahmoud Labib Nawasra, dari desa Fahma, selatan Jenin.
“Pasukan tersebut menggerebek rumah keluarganya dan menahan ayahnya untuk menekan Nawasra agar menyerah,” demikian diberitakannya.
(kid)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Korban Tewas Gempa Bumi Venezuela Bertambah Jadi 4 Ribu Jiwa
Baca lagi: Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen
Baca lagi: Yahudi di Inggris Cemas Calon PM Tolak Aksi Militer Israel di Gaza




2 Responses
Sangat mencerahkan dan mudah dipahami alurnya. Sebagai pelengkap materi, tautan https://kldp.org/node/60335 ini juga punya informasi yang sejalan dan patut buat dibaca.
Saya jadi lebih paham setelah membaca artikel ini. Kebetulan saya juga menemukan https://kldp.org/comment/259022 yang membahas topik serupa dengan cukup lengkap.