
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Kabinet Presiden Donald Trump dilaporkan mengalami perpecahan atau tidak satu kesatuan seiring berlanjutnya perang
Amerika Serikat
-Israel dengan
Iran
.
Perpecahan itu menurut asisten profesor hubungan internasional dan politik global Universitas Amerika, Andrea Dressi, karena administrasi Trump tidak bersatu soal kelanjutan perang. Hal tersebut diungkapkan Andrea Dressi di Roma.
“Kita terus-menerus melihat pergeseran tujuan, perubahan strategi yang terus-menerus, dan perubahan sasaran,” kata Dressi kepada
Al Jazeera
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di mata Dressi, administrasi Trump sejauh ini mencoba menunjukkan kekuatan menggunakan media sosial.
“Pada kenyataannya, di dalam administrasi, kita melihat peningkatan perpecahan, peningkatan ketidaksepakatan, serta sejumlah pemecatan tingkat tinggi anggota Pentagon dan Departemen Pertahanan,” ucap Dressi.
Perpecahan dalam administrasi Trump tersebut menurut Dressi merupakan efek dari kesalahan perhitungan yang serius dari AS dan Israel, atau kurangnya pemikiran strategis tentang implikasi dari konflik melawan Iran.
“Oleh karena itu, kita sekarang terjebak dalam kebuntuan ini, dalam arti bahwa administrasi Trump sedang mencari jalan keluar,” tutur Dressi.
Analisis lain yang dikemukakan Dressi adalah, ada harapan AS memperpanjang gencatan senjata dan diplomasi, namun risiko lain soal ekonomi yang juga sangat tinggi.
“Ekonomi internasional tercekik oleh konflik ini, dan bayang-bayang konflik militer skala penuh yang diperbarui,” ujar Dressi.
Saat ini Presiden AS Donald Trump mengindikasikan negosiasi damai putaran kedua dengan Iran. Negosiasi itu akan berlangsung dua hingga tiga hari ke depan.
Sumber-sumber di Pakistan juga mengatakan jangka waktu tersebut berdasarkan penilaian berkelanjutan atas keterlibatan diplomatik Islamabad dengan Teheran.
Namun hingga kini, pihak berwenang Iran belum mengonfirmasi jadwal diskusi.
Sementara itu, sumber di pemerintahan AS mengatakan Trump siap memberi Iran tambahan tiga hingga lima hari gencatan senjata guna memungkinkan faksi-faksi bersatu membahas tawaran Washington.
[Gambas:Video Slaughter Free]
(sry/bac)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Harga Emas Antam Bertengger di Rp2,805 Juta Jelang Akhir Pekan
Baca lagi: Patroli Kapal Perang AS di Selat Malaka, Ini Respons Menlu RI
Baca lagi: 7 Platform Sepenuhnya Patuh PP Tunas, Menkomdigi Tunggu Roblox



