Kesal Tak Didukung, Trump Ejek Macron Sedang Pemulihan Ditoyor Istri

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Presiden Amerika Serikat (AS)

Donald Trump

mengejek hubungan Presiden Prancis

Emmanuel Macron

dan sang istri. Gara-garanya, rasa kesal penolakan Prancis untuk bergabung dengan AS-Israel melawan

Iran

.

Trump dan Macron sebelumnya telah menggembar-gemborkan hubungan persahabatan kedua negara. Namun, pada sebuah acara pribadi di hari Rabu (1/4), Trump mengecam Macron karena tidak memberikan bantuan untuk AS di Timur Tengah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya menelepon [Presiden] Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. [Dia/Macron] masih dalam masa pemulihan dari pukulan di rahang kanan,” ujar Trump, melansir

Slaughter Free

.

Ejekan di atas tampaknya merujuk pada video yang sempat viral 2025 lalu, yang memperlihatkan Brigitte Macron mendorong wajah suaminya di dalam pesawat kepresidenan Prancis.

Merespons ejekan tersebut, Macron menyebut Trump tidak elegan.

“[Trump] tidak elegan, tidak sesuai standar,” ujarnya.

Komentar terbaru Trump ini juga memicu reaksi keras di Prancis. Banyak pihak tak suka kehidupan pribadi politisi, termasuk presiden, diumbar ke permukaan dan dijadikan bahan politik.

“Saat ini kita sedang membahas masa depan dunia. Kita melihat bahwa rakyat kita sangat terpengaruh, dan di tengah situasi ini, ada orang yang gugur di medan perang, tapi kita memiliki seorang presiden yang tertawa dan mengejek orang lain,” ujar Ketua Majelis Nasional Prancis, Yael Braun-Pivet.

Brigitte Macron telah menjadi subjek yang sensitif bagi Macron. Tahun lalu, pasangan itu mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap

podcaster

AS, Candace Owens, atas klaim tak berdasar yang menyebut bahwa Brigitte seorang pria.

Prancis sendiri menjadi salah satu negara Eropa yang ogah memberikan dukungan untuk AS dan Israel dalam melawan Iran.

Prancis telah mengerahkan sejumlah pasukan militer ke wilayah Teluk Persia, mengirimkan jet dan sistem pertahanan udara untuk melindungi sekutu Arab-nya di Teluk. Prancis juga mengerahkan aset angkatan laut di lepas pantai Siprus, negara anggota Uni Eropa yang telah menjadi sasaran serangan.

Namun, Macron menolak untuk mendukung gerakan AS dengan aset angkatan laut untuk membuka kembali Selat Hormuz. Tawaran Prancis untuk menyediakan kapal pelindung setelah pertempuran mencapai puncaknya kini menuai ejekan dari Gedung Putih.

Kendati demikian, Prancis tetap teguh, bergabung dengan sekutu Eropa-nya, Spanyol dan Italia, melarang militer AS untuk menggunakan pangkalan udaranya.

(asr)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Kebiasaan Tidur Ini Bikin Kulit Tetap Glowing saat Bangun di Pagi Hari

Baca lagi: UNIFIL Beri Penghormatan Terakhir untuk 3 Prajurit TNI yang Gugur

Baca lagi: Sinopsis David, Perjalanan Iman Daud setelah Diurapi Jadi Raja

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: