Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Korea Utara
menyatakan telah melakukan uji coba
rudal
strategis jarak menengah yang dilengkapi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) pada Sabtu (3/10). Pernyataan ini disampaikan setelah Korea Selatan menyatakan bahwa Korut telah meluncurkan sebuah rudal balistik.
Kim Yo Jong, adik dari pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, mengonfirmasi bahwa rudal yang ditembakkan pagi itu adalah “rudal strategis jarak menengah”.
“Proyektil tersebut mampu mengubah jalur penerbangannya pada ketinggian rendah serta telah terintegrasi dengan teknologi AI,” kata Kim, melansir
AFP
, Sabtu (3/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia tidak merinci lebih jauh bagaimana kecerdasan buatan itu digunakan dalam rudal tersebut.
Kim cuma mengeklaim bahwa teknologi ini membuat serangan rudal tersebut mustahil untuk dihindari. Ia juga menyebut Kim Jong Un meyakini bahwa tidak ada negara di dunia yang akan mampu menguasai teknologi semacam ini, setidaknya hingga beberapa tahun ke depan.
Pernyataan terbaru ini seakan menegaskan pernyataan Kim Jong Un beberapa waktu lalu yang menekankan pentingnya meningkatkan level kecerdasan buatan pada sistem persenjataan negara tersebut.
Kim Yo Jong juga menyatakan bahwa setiap kali Korea Utara menerapkan wave-like trajectory, pihak Korsel selalu gagal melacak sasaran sejak titik manuver pertamanya.
Uji coba ini dilakukan beberapa hari setelah militer Korea Selatan menuntut permohonan maaf dari Pyongyang atas ledakan yang melukai tiga prajuritnya di Zona Demiliterisasi (DMZ). Pihak Seoul menuding Pyongyang di balik ledakan tersebut.
Namun begitu, Pyongyang membantah keterlibatannya dalam ledakan yang terjadi bulan lalu tersebut dan mengecam Korea Selatan dengan sebutan “sangat hina”. Sikap ini memperkeruh upaya kepemimpinan sipil Seoul yang sebenarnya ingin membuka kembali pintu dialog.
Pada Sabtu pagi, Kepala Staf Gabungan Korea Selatan menyampaikan bahwa militer mereka mendeteksi peluncuran rudal balistik dari kawasan Wonsan, Korea Utara, menuju ke arah Laut Jepang.
Menurut Seoul, rudal tersebut terbang sejauh lebih dari 700 kilometer dan menegaskan bahwa Korea Selatan, Amerika Serikat, serta Jepang terus menjaga kesiapan pertahanan yang solid melalui koordinasi informasi secara ketat.
(dmi)
Baca lagi: Ehsan Upin & Ipin: Pray for Indonesia
Baca lagi: Hasil F1: Norris Juara GP Belanda 2026, Verstappen Kecelakaan
Baca lagi: Kontingen Indonesia di Asian Games 2026 Resmi Dikukuhkan


