
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Sejumlah media Amerika Serikat menilai pemerintahan
Donald Trump
menghadapi kesulitan melindungi sekitar 50 ribu personel militer yang tersebar di Timur Tengah dari serangan
Iran
.
Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Senin (20/7), tiga rudal Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dalam serangan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keberhasilan rudal Iran menembus pertahanan udara AS menunjukkan tantangan yang dihadapi Washington dalam melindungi pasukannya di kawasan Timur Tengah.
Mengutip seorang pejabat AS, The Wall Street Journal menyebut serangan Iran menghantam barak prefabrikasi di pangkalan yang menampung personel militer AS.
Sebelumnya, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), pada 18 Juli, mengatakan bahwa dua prajurit AS tewas, dan satu lainnya hilang akibat serangan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.
Serangan itu merupakan satu dari tiga serangan rudal yang terjadi dalam kurun 24 jam, menurut pejabat AS.
Sementara itu
CBS News
, mengutip Pentagon, melaporkan hampir 100 personel militer AS terluka akibat serangkaian serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.
Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni untuk mengakhiri konflik yang pecah sejak 28 Februari.
Namun, sejak 8 Juli, militer AS kembali melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap Iran dengan alasan merespons tindakan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah pangkalan militer AS di Timur Tengah dan menuduh Washington melanggar nota kesepahaman penghentian permusuhan.
Pada 9 Juli, Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata antara kedua negara tidak lagi berlaku.
(antara/har)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Kim Mu-yeol Cs Bocorkan Ide jika Teach You a Lesson Lanjut Sekuel
Baca lagi: Rapor Daihatsu Semester I 2026, Gran Max dan LCGC Mendominasi
Baca lagi: Ilmuwan Ungkap Alasan Orang Punya Rambut Keriting



