Menlu Sugiono di BRICS: Tak Ada Satu Negara Pun di Atas Hukum

New Delhi, Slaughter Free Indonesia

Menteri Luar Negeri RI

Sugiono

mendorong negara-negara

BRICS

untuk berperan aktif menjaga perdamaian dunia, dimulai dengan penegakan hukum yang adil dan tanpa standar ganda.

Pernyataan ini disampaikan Sugiono dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS (BRICS Foreign Ministers’ Meeting) di New Delhi, India, pada Kamis (14/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiono menyebut dunia saat ini ada pada titik kritis, di mana konflik, persaingan geopolitik, dan tantangan yang sedang berkembang, justru membuktikan bahwa sistem global sangat membutuhkan reformasi.

“Tindakan unilateral dan penerapan hukum internasional yang ‘tebang pilih’ semakin memperdalam ketidakpercayaan dan memperlebar ketidakseimbangan dalam tata kelola global,” kata Sugiono di hadapan para menlu BRICS.

Menurutnya, hal ini bukan sekadar ancaman, tapi juga membawa konsekuensi kemanusiaan yang mendalam. Selain itu, Sugiono menyebut pihak-pihak yang membangun tatanan internasional, justru yang berkontribusi pada kekacauan tatanan itu sendiri.

Untuk itu sebagai kekuatan yang sedang bangkit dari Global South, Sugiono menyebut BRICS punya kedudukan dan tanggung jawab untuk aktif menjaga aturan-aturan yang menopang stabilitas global.

“Dan ini dimulai dari penegakan hukum internasional secara adil, konsisten, dan tanpa standar ganda. Tidak ada satu negara pun yang berada di atas hukum,” ungkap Sugiono.

RI juga mendorong perlindungan terhadap Mahkamah Internasional dari penegakan hukum yang selektif serta campur tangan politik. Serta memperkuat Dewan Keamanan PBB agar bisa menjalankan mandat secara efektif.

Selain itu, Sugiono juga mengatakan RI mendorong sistem yang lebih proporsional, di mana pengakuan terhadap negara-negara tak hanya berdasarkan ukuran dan kekuatan suatu negara, tapi juga dilihat secara adil berdasarkan potensi.

“Sebagai contoh, kita merupakan negara dengan kekayaan alam dan sumber daya strategis, kemudian jumlah penduduk besar. Saya kira itu juga menjadi hal yang patut dijadikan pertimbangan untuk membuat RI jadi negara yang diperhitungkan di dalam tatanan global tersebut,” ungkap Sugiono.

(dna)

Add

as a preferred

source on Google

Baca lagi: Israel Ungkap Netanyahu Diam-diam Kunjungi UEA saat Perang AS-Iran

Baca lagi: FOTO: Kepadatan Jalur Puncak Bogor saat Libur Kenaikan Isa Almasih

Baca lagi: Korsel Tuntut Kim Jong Un Ganti Rugi Rp1,2 M Korban Tahanan Perang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: