
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Negara kepulauan di Samudra Hindia, menolak memberikan izin mendarat kepada pesawat yang membawa penumpang dari
Israel
pada Sabtu (26/9).
Akibatnya, penerbangan tersebut terpaksa dibatalkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melansir dari AA News, pesawat Air Seychelles itu sedianya terbang dari Israel menuju Mauritius. Namun, izin untuk mendarat di negara kepulauan tersebut tidak kunjung diberikan meski pihak operator sudah berupaya mendapatkan persetujuan.
Spirit World Productions, operator tur asal Israel yang mengatur perjalanan tersebut, mengatakan penerbangan itu sebenarnya sudah mendapatkan persetujuan beberapa bulan sebelumnya.
Perusahaan kemudian mendapat pemberitahuan bahwa izin pendaratan ditolak dengan alasan political and diplomatic considerations atau pertimbangan politik dan diplomatik.
[Gambas:Video Slaughter Free]
Otoritas Mauritius hingga kini belum memberikan penjelasan mengenai keputusan tersebut.
Sementara itu, sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan bahwa penolakan itu berkaitan dengan absennya delegasi Mauritius saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan ini.
Spirit World Productions mengatakan pihaknya kini berkoordinasi dengan Air Seychelles dan otoritas terkait untuk mengatur penanganan bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan tersebut.
(anm/bac)
Baca lagi: RI Tiru Cara Korsel Jadi Negara Maju, Tetapkan Sektor Prioritas
Baca lagi: Rombongan Jurnalis Belum Ditemukan, Pencarian Berlanjut di Selat Sunda
Baca lagi: Pidato di Sidang PBB, Menlu RI Sugiono Bawa Pesan Prabowo

