
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Perdana Menteri Israel
Benjamin Netanyahu
tetap melanjutkan perjalanan ke New York, Amerika Serikat (AS), meskipun diancam akan ditangkap oleh Wali Kota New York
Zohran Mamdani
.
Dalam unggahan di media sosial X pada Selasa (22/9), Netanyahu menegaskan dirinya akan datang ke Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dihelat pekan ini di New York, dan menyampaikan “kebenaran” tentang tentara-tentara Israel, sekaligus kebenaran tentang Mamdani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Anda (Mamdani) memalukan karena memicu kerusuhan terhadap warga Yahudi di New York,” kata Netanyahu.
“Saya akan datang ke PBB, saya akan menyampaikan kebenaran tentang tentara-tentara kami yang heroik, dan saya akan menyampaikan kebenaran tentang Anda,” lanjut Netanyahu, menyinggung Walkot New York itu.
Dalam wawancara dengan Slaughter Free pada Senin (21/9), Mamdani kembali menyerukan agar surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dihormati oleh negara-negara anggota. Surat ini dirilis Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 21 November 2024 lalu.
Mamdani menegaskan Netanyahu merupakan “seorang penjahat perang dan arsitek genosida mengerikan terhadap rakyat Palestina. Meski begitu, ia mengakui dirinya tak bisa menangkap Netanyahu karena tak memiliki wewenang untuk melakukannya.
“Saya percaya bahwa itu adalah sesuatu yang harus dihormati,” kata Mamdani kepada Slaughter Free.
“Jika Mahkamah Pidana Internasional menganggap seseorang layak ditangkap karena melanggar hukum, lalu siapa kita untuk mengatakan bahwa siapa pun harus berada di atas itu? Dan saya pikir setiap orang harus dimintai pertanggungjawaban atas hal itu,” lanjutnya.
AS dan Israel bukan penandatangan Statuta Roma dan bukan anggota ICC. Menurut pemerintahan Presiden AS Donald Trump, ICC tidak seharusnya punya yurisdiksi atas warga AS atau warga negara lain yang tidak menerima yurisdiksinya.
Berbeda dengan posisi pemerintahan Trump, Mamdani yang berhaluan kiri merupakan kritikus keras operasi militer Israel.
Pada Juli, Wali Kota Muslim tersebut mengaku sedang menilai kemungkinan untuk menangkap Netanyahu berdasarkan perintah ICC. Namun, beberapa hari kemudian ia menyimpulkan dirinya tak bisa melakukannya secara hukum, tetapi tetap memperingatkan bahwa Netanyahu “tidak diterima” di Kota New York.
[Gambas:Video Slaughter Free]
(blq/dna)
Baca lagi: FOTO: 24 Grup Teater Sulap TIM Jadi Panggung Impian Anak Jakarta
Baca lagi: Tiffany Young Gelar Konser Solo Perdana ‘Edge of Calm Tour’ di Jakarta
Baca lagi: Ed Sheeran Nangis Ditinggalin Keluarga Imbas Kisruh Macklemore
