Netanyahu Tur ke Terowongan Kompleks Masjid Al Aqsa, Dikecam Hamas

Daftar Isi

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

—

Perdana Menteri

Israel

Benjamin Netanyahu

dan istrinya Sara tur ke terowongan di bawah Kota Tua Yerusalem Timur dan kompleks Masjid Al Aqsa pada Sabtu (19/9).

Netanyahu mengunggah kegiatan tur itu dalam bentuk video di Instagram @b.netanyahu pada Minggu. Dia dan istrinya berpartisipasi dalam ibadah Selichot Yahudi di Tembok Barat atau dikenal Al Buraq oleh Umat Muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Ya, kami ada di terowongan di Tembok Barat. Tembok itu bergerak mendekati batu karang, tempat kita hidup. Kami di sini sangat dekat dengan Ruang Kudus,” kata Netanyahu dalam video.

Terowongan itu berada di bawah Kota Tua Yerusalem Timur dan Kompleks Masjid Al Aqsa, wilayah yang sensitif bagi warga Palestina.

Lebih lanjut, Netanyahu mengatakan orang-orang Yahudi sudah berada di terowongan ini sejak zaman Hasmonean dan selama periode Bait Suci Kedua, ketika bangsa Romawi menghancurkan Bait Suci dan melengserkan batunya.

Menurut kepercayaan Yahudi, zaman Hasmonean merupakan periode penting dalam sejarah yahudi kuno yakni saat wilayah Yudea diperintah Dinasti Hasmini. Periode ini berlangsung pada 141 hingga 37 SM.

[Gambas:Video Slaughter Free]

Zaman tersebut terkenal karena jadi satu-satunya masa di mana bangsa Yahudi berhasil mendirikan kerajaan merdeka yang berdaulat penuh.

Dinasti Hasmoni bahkan berhasil merebut kembali dan menyucikan Bait Suci Kedua yang sempat ingin dirusak penguasa Romawi.

“Kami membawanya kembali. Kami di sini, dan kami akan selalu tetap di sini,” kata dia.

Di kesempatan itu, Sara juga mengatakan anak-anak Yahudi termasuk kedua anak laki-laki mereka merayakan Bar Mitzvah di tempat itu. Perayaan ini menandai anak secara agama dianggap dewasa dan bertanggung jawab penuh atas tindakannya sendiri.

“Ini mengharukan karena benar-benar menghubungkan kami dengan akar kami, dasar keberadaan kami,” kata Sara.

Kunjungan Netanyahu dan Sara memicu kritik karena dianggap langkah provokasi politik yang mengancam status hukum dan fisik situs suci Umat Islam itu.

Kelompok Palestina Hamas mengecam kunjungan tersebut. Mereka bahkan menyebut Netanyahu memakai klaim palsu soal Tembok Al Burak dan Ruang Kudus.

“Ini merupakan serangan terang-terangan terhadap perasaan rakyat Palestina dan bangsa-bangsa Arab dan Islam,” demikian pernyataan resmi Hamas, dikutip

Al Jazeera

.

(isa/bac)

Baca lagi: Xanh SM Hadirkan Ride-Hailing Listrik dan Lapangan Kerja Berkelanjutan

Baca lagi: Update Kecelakaan Kapal Virgo: 13 Korban Tewas, 122 Masih Hilang

Baca lagi: KDM Target Asuransikan 5,4 Juta Pekerja Informal di Jabar pada 2027

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: