PBB Kesulitan Selidiki Serangan Tewaskan 3 Prajurit TNI UNIFIL Lebanon

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Perserikatan Bangsa-Bangsa (

PBB

) mengatakan butuh waktu melakukan investigasi terkait tiga prajurit

TNI

yang tewas saat bertugas menjadi Pasukan Penjaga Perdamaian di

Lebanon

(UNIFIL) pada pekan lalu.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan ada tantangan yang dihadapi tim investigasi saat ini seperti situasi sulit di lapangan dan keterlambatan mengakses lokasi kejadian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Investigasi ini butuh waktu, karena para ahli teknis memeriksa bukti fisik di tempat kejadian, ” kata Dujarric dalam konferensi pers pada Rabu (1/4).

Dia lalu berujar, “Sementara yang lain melihat konteks dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi.”

Tiga anggota TNI yang bertugas di UNIFIL tewas gegara serangan Israel ke Lebanon.

Dua anggota TNI yakni Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwaan tewas mbas ledakan di dekat Bani Hayyan pada 29 Maret. Di hari sebelumnya yakni pada 30 Maret, satu anggota TNI Fahrizal Rhomadhon tewas gegara ledakan proyektil di sekitar Adchit Al Qusayr.

[Gambas:Video Slaughter Free]

Di kesempatan ini, Dujarric juga mengungkapkan temuan awal penyelidikan terkait insiden 30 Maret yang menyasar pasukan penjaga perdamaian PBB itu.

“Temuan awal terkait insiden di Bani Hayyan pada 30 Maret, yang menewaskan dua pasukan penjaga perdamaian, menunjukkan bahwa ledakan di pinggir jalan menghantam konvoi mereka,” kata Dujarric.

Situasi di Lebanon memburuk dengan cepat dalam beberapa hari terakhir.

Eskalasi tersebut, kata dia, menimbulkan dampak buruk yang besar bagi warga sipil dan infrastruktur sipil, khususnya di Lebanon.

“Hal ini juga sangat membahayakan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian PBB,” kata Dujarric.

Sebelumnya, seorang sumber keamanan PBB mengatakan tiga prajurit TNI tewas di Lebanon selatan kena serangan pasukan Israel.

Sumber yang tak ingin diidentifikasi itu mengatakan kepada AFP pada Selasa (31/3) bahwa satu personel TNI yang gugur pada Minggu (29/3) terkena tembakan yang diluncurkan militer Israel. Ia menyebut tembakan itu dilepas dari tank Negeri Zionis karena “puing-puing dari peluru tank (Israel) ditemukan” di lokasi kejadian.

(isa/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Slaughter Free]

Baca lagi: RI & Arab Cs Kompak Marahi Israel soal UU Hukuman Mati Warga Palestina

Baca lagi: Tak Lagi Gratis, Turis Kunjungi Museum di Inggris Bakal Dipatok Tarif

Baca lagi: Rupiah Kembali Tertekan Gegara Trump, Ditutup Rp17.002 per Dolar AS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: