Perang Saudi-Houthi Memanas sampai Ancaman Serangan ke Mekkah

Daftar Isi

Digempur Rudal hingga Drone, Saudi Tegaskan Siap Balas Houthi

Saudi Keluarkan Peringatan Ancaman Serangan, Berikut Kota yang Waspada

Saudi Tiba-tiba Rilis Peringatan soal Ancaman Serangan di Mekkah

Anak Tewas di Gaza, Eks Jenderal Israel Mau Tumbangkan Netanyahu

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

—

Perang Arab Saudi dan Houthi Yaman yang memanas di tengah perang Amerika Serikat vs Iran menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (15/9).

Berikut kilas berita internasional:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Digempur Rudal hingga Drone, Saudi Tegaskan Siap Balas Houthi

Arab Saudi berjanji akan membalas serangan milisi penguasa Yaman Houthi usai digempur rudal balistik dan drone. Dalam rilis resmi Koalisi Saudi dan pemerintah Yaman menyatakan akan membalas serangan dengan tegas

“[Koalisi] akan menangani serangan itu dengan tegas demi melindungi kedaulatan Kerajaan,” demikian keterangan Koalisi Saudi seperti dikutip

AFP

, Selasa (15/9).

“[Kami juga] akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mencegah tindakan bermusuhan dan ekstremis,” lanjut pernyataan tersebut.

Saudi Tiba-tiba Rilis Peringatan soal Ancaman Serangan di Mekkah

Arab Saudi pada Selasa (14/9) tiba-tiba merilis peringatan singkat soal ancaman serangan di sejumlah wilayah di Kota Mekkah, Jeddah, hingga Taif.

Peringatan tersebut muncul di tengah serangkaian serangan yang menargetkan kerajaan Saudi oleh kelompok Houthi, proksi Iran, dalam beberapa hari terakhir.

Menurut otoritas Pertahanan Sipil Saudi, peringatan itu segera dicabut tidak lama kemudian. Itu merupakan peringatan pertama yang dikeluarkan untuk Mekkah sejak konflik di Timur Tengah berawal.

Anak Tewas di Gaza, Eks Jenderal Israel Mau Tumbangkan Netanyahu

Eks Kepala Staf Militer Israel, Jenderal Gadi Eisenkot, bersumpah akan mengalahkan perdana menteri petahana, Benjamin Netanyahu, dalam pemilu 27 Oktober mendatang.

Salah satu alasannya yakni membalas kematian sang anak yang terbunuh di Jalur Gaza Palestina.

Pemilu tersebut dinilai bisa menjadi salah satu yang paling penting dalam sejarah hampir 80 tahun Israel. Pemungutan suara digelar setelah bertahun-tahun Israel berperang di berbagai front dan menghadapi pergolakan sosial yang semakin tajam.

(rds)

Baca lagi: FOTO: Teater Misterius Berusia 500 Tahun di Afrika Diakui UNESCO

Baca lagi: Max Verstappen Resmi Perpanjang Kontrak di Red Bull hingga 2030

Baca lagi: 7 Hobi yang Bisa Bantu Kamu Lebih Kalem, Ampuh Lepas Stres

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: