
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Presiden
Iran
Masoud Pezeshkian
masih enggan bertemu Presiden Amerika Serikat (AS)
Donald Trump
jika Gedung Putih masih mengancam Teheran dan menerapkan sanksi-sanksi ke Iran.
Dalam wawancara dengan Margaret Brennan di acara Face the Nation
CBS
, Pezeshkian menegaskan bahwa “ada atmosfer ketidakpercayaan yang telah berkembang antara Iran dan Amerika Serikat.”
Ia berujar AS sudah melanggar nota kesepahaman (MoU) yang diteken pada Juni lalu padahal perjanjian tersebut telah disepakati kedua pihak. Di sisi lain, AS juga masih terus memblokade perairan Iran, mengancam akan menyerang Teheran, dan menerapkan sanksi-sanksi baru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Selama mereka tidak berhenti melakukan apa yang mereka paksakan kepada kami setiap hari, sulit untuk mempercayai mereka,” ujar Pezeshkian.
“Setiap hari, mereka meningkatkan sanksi terhadap kami. Setiap hari, mereka mengancam kami, menyerang kami, dan mereka tidak menghormati apa yang telah mereka tulis. Jadi, jika mereka terlibat pembicaraan, apakah mereka akan benar-benar menindaklanjutinya?” lanjutnya.
Sebelumnya, Trump membuka opsi untuk bertemu dengan para pejabat Iran di New York. Pejabat-pejabat Iran, termasuk Pezeshkian, sedang di New York untuk menghadiri High Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81.
Saat pidato di PBB, Trump sempat menyatakan bahwa ia memiliki “keputusan besar yang harus dibuat” mengenai apakah ia akan membuat kesepakatan dengan Iran atau “menghancurkan” negara tersebut.
Pekan ini, Iran menyodorkan proposal baru yang berisi syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Namun, AS belum secara resmi menanggapi proposal tersebut.
(blq/sfr)
Baca lagi: 6 Makanan untuk Kesehatan Rambut, Bantu Kurangi Rontok
Baca lagi: Bulog Gelontorkan Beras Premium ke Ritel Modern di Kota-kota Besar
Baca lagi: Hasil Sprint Race F1 GP China: Russell Kalahkan Duo Ferrari

