
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Israel dilaporkan senang menyambut kegagalan negosiasi
Iran
dan
Amerika Serikat
untuk mengakhiri perang di Islamabad, Pakistan, selama akhir pekan.
ABC News
melaporkan Israel bahkan disebut sedang mempersiapkan militernya untuk kembali melancarkan serangan terhadap Iran, menyusul ketidakpastian apakah gencatan senjata selama dua pekan antara AS-Iran akan tetap berlangsung atau tidak setelah negosiasi gagal mencapai mufakat, Minggu (12/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu meyakini kesepakatan gencatan senjata AS-Iran bisa runtuh “dalam waktu yang sangat singkat”.
Hal itu ia sampaikan dalam rapat kabinet pada Senin (13/4), sehari setelah perundingan antara Teheran dan AS berakhir tanpa kesepakatan.
Menurut laporan
Channel 12
, Netanyahu juga menyatakan dukungan Tel Aviv terhadap rencana blokade AS terhadap pelabuhan Iran yang dijadwalkan mulai berlaku pada pukul 14.00 GMT, Senin.
“Saya berbicara kemarin dengan Wakil Presiden J.D. Vance. Ia menegaskan bahwa isu utama adalah penghapusan seluruh material yang telah diperkaya serta memastikan tidak ada lagi aktivitas pengayaan,” ujar Netanyahu seperti dikutip
Anadolu Agency.
Netanyahu mengklaim bahwa dalam kesepakatan dengan Teheran, AS dan Israel akan menghentikan serangan mereka, sementara “Iran akan segera membuka akses.”
“Namun mereka tidak melakukannya,” tuduhnya.
Israel memang dilaporkan terkejut mendengar keputusan Presiden Donald Trump yang mendadak menyepakati gencatan senjata dengan Iran pada Rabu (8/4).
Sebab, beberapa jam sebelum mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan, Trump juga masih melayangkan ultimatum dan ancaman terhadap Iran.
Selama ini, Israel memang berambisi terus berperang dengan Iran. Sejak gencatan AS-Iran diumumkan, Israel disebut bekerja keras mengubah pikiran AS untuk menyerang Iran lagi dan membatalkan gencatan senjata.
Al Jazeera
juga melaporkan akan ada banyak upaya di balik layar dari Israel untuk mendorong perubahan sikap AS agar menggagalkan kesepakatan gencatan senjata ini.
Setelah Trump mengumumkan gencatan, Israel memang masih terus menyerang Lebanon untuk menargetkan milisi sekutu Iran, Hizbullah. Padahal, Iran dan Pakistan, sebagai mediator, menegaskan bahwa wilayah Lebanon termasuk dalam syarat Teheran mau maju ke meja perundingan dan gencatan senjata.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: YouTube Belum Respons Surat Teguran, Komdigi Tunggu Hingga Besok
Baca lagi: Eva Manurung Akui Istri Virgoun Hamil, Kini Berusia 7 Bulan
Baca lagi: Kajari Karo Dante Rajagukguk Resmi Dicopot Usai Kasus Amsal Sitepu



