Tanggapi Trump, Taiwan Tekankan Negaranya Tidak untuk Diperdagangkan

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Presiden Taiwan

Lai Ching-te

menegaskan, Taiwan tidak akan pernah “dijual” dan mendesak

Amerika Serikat

untuk terus melakukan penjualan senjata demi menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Pernyataan ini disampaikan Lai menyusul pernyataan dari Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan penjualan senjata ke Taiwan bisa digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan China. Adapun China mengeklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Penjualan senjata Amerika Serikat yang berkelanjutan ke Taiwan dan pendalaman kerja sama keamanan Taiwan-AS tidak hanya diperlukan, tetapi juga merupakan elemen kunci dalam menjaga perdamaian dan stabilitas regional,” kata Lai dalam sebuah pernyataan di Facebook, dilansir

AFP

.

Ia menegaskan, Taiwan yang menjadi pusat industri teknologi AI dan pembuatan chip semikonduktor dunia, berada di “inti” kepentingan global dan tidak akan pernah dikorbankan atau dipertukarkan.

Pernyataan Lai muncul setelah Trump menyelesaikan kunjungan kenegaraannya ke Beijing. Trump menyatakan, penjualan senjata ke Taiwan tergantung pada China dan bisa menjadi alat tawar-menawar yang sangat baik bagi AS dalam negosiasi dengan Beijing.

Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di Taipei, yang bersikeras penjualan senjata dari AS merupakan bagian dari komitmen keamanan terhadap Taiwan.

Meski secara hukum AS wajib menyediakan alat pertahanan untuk Taiwan, tetapi ketentuan tersebut masih ambigu terkait apakah militer akan datang langsung membantu Taiwan jika terjadi konflik.

Di sisi lain, Ketua parlemen AS Mike Johnson, mendukung sikap Taiwan. Johnson menyebut pernyataan Lai sebagai hal yang masuk akal dan menegaskan AS harus menunjukkan kekuatan.

“China tidak bisa begitu saja mengambil alih tanah, dan kita akan tetap teguh, dan Kongres juga akan demikian,” ucap Johnson.

Baru-baru ini, parlemen Taiwan menyetujui anggaran pertahanan sebesar US$25 miliar yang sebagian besar akan digunakan untuk membeli senjata dari AS.

Trump sendiri menyatakan masih mempertimbangkan penjualan senjata tersebut dan akan memutuskan dalam waktu dekat.

Lai mengatakan, China merupakan “akar penyebab ketidakstabilan regional.” Ia bersumpah Taiwan tidak akan memprovokasi atau meningkatkan konflik, tetapi juga tidak akan meninggalkan cara hidup demokratis.

“Status quo yang ingin kami pertahankan, tidak ada yang disebut isu ‘kemerdekaan Taiwan’,” kata Lai. Ia menganggap Taiwan sudah merdeka, sehingga deklarasi tidak diperlukan.

Adapun AS hanya mengakui Beijing dan tidak mendukung kemerdekaan formal Taiwan. Namun secara historis, AS juga tidak eksplisit mengatakan menentang kemerdekaan Taiwan.

(rti)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Slaughter Free]

Baca lagi: Secara Hisab, Kemenag Prediksi Idul Adha Jatuh pada 27 Mei 2026

Baca lagi: BYD dan Jaecoo, Mobil China Bersaing dengan Merek Jepang Bulan Lalu

Baca lagi: VinFast Gandeng 29 Mitra Baru Global termasuk RI untuk Servis EV

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: