
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
mengancam akan segera melancarkan serangan ke situs nuklir, tepatnya area tempat sentrifus nuklir
Iran
yang disebut Pickaxe Mountain di kawasan Natanz.
Hal itu diungkapkan Trump di depan wartawan di Gedung Putih pada Selasa (21/7) ketika AS dan Iran kembali berperang skala penuh meski telah menyepakati gencatan senjata dan nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami akan menyerang kawasan Pickaxe Mountain dalam waktu dekat, dan dengan sangat keras. Mungkin dalam waktu yang sangat dekat, dan tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya,” ucap Trump ketika ditanya apakah Iran telah memindahkan sentrifusnya ke Pickaxe Mountain.
“Biasanya saya tidak akan mengatakan hal seperti itu. Kalau saya pikir mereka masih bisa berbuat sesuatu untuk mengatasinya, saya tidak akan pernah mengatakannya. Tetapi kami akan menyerang area itu dalam waktu dekat, dan dengan kekuatan yang sangat besar,” paparnya menambahkan.
Dikutip
Al Jazeera
, Pickaxe Mountain menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Iran memindahkan ribuan sentrifus ke sana menyusul serangan AS dan Israel yang merusak fasilitas-fasilitas nuklir utama Iran selama konflik tahun lalu.
Sementara itu, Iran tak gentar dengan ancaman Trump tersebut.
Pada Rabu (22/7), Teheran
mengancam akan menyerang kepentingan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di seluruh Timur Tengah apabila Washington berani menyerang fasilitas nuklirnya.
Menurut televisi pemerintah Iran, Markas Pusat Khatam Al Anbiya memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran akan dianggap sebagai perluasan konflik regional.
Badan militer yang mengoordinasikan angkatan bersenjata Iran pada masa perang itu menyatakan bahwa seluruh kepentingan Amerika Serikat serta sekutu-sekutunya di kawasan akan menjadi sasaran militer yang sah sebagai balasan.
Trump pertama kali secara terbuka menyebut Pickaxe Mountain sebagai target militer potensial pekan lalu dalam wawancara dengan pembawa acara radio konservatif Hugh Hewitt. Ia menyebut situs itu sebagai “target yang mungkin untuk satu serangan besar tepat di dekat pintu masuknya.”
Perhatian terhadap lokasi tersebut meningkat setelah
The Wall Street Journal
melaporkan bahwa intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan ribuan sentrifus ke fasilitas yang terkubur sangat dalam itu setelah perang sebelumnya pecah pada Juni 2025. Saat itu, pasukan AS dan Israel menyerang tiga fasilitas nuklir utama Iran.
(rds)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: Iran Klaim Hantam Pusat Data Amazon di Bahrain Pakai Rudal Jelajah
Baca lagi: Personel Satgas Damai Cartenz Tewas Diserang OTK di Yahukimo
Baca lagi: TMMIN Perluas Program Vokasi ke Lombok



One Response
Tulisannya rapi dan penyampaian poin utamanya langsung to the point tanpa bertele-tele. Terima kasih atas ilmunya! Untuk tambahan data pendukung yang searah, tautan di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297487647_htm ini lumayan oke buat dicek.