
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
yakin kesepakatan AS dan
Iran
akan tercapai dalam waktu satu pekan.
Pembawa acara
Fox News
Bret Baier pada Rabu (6/5) mengatakan Trump mengindikasikan hal tersebut saat berbincang lewat telepon dengannya.
“Saya bicara dengan Presiden melalui telepon, dan beliau optimistis tentang kesepakatan ini, nota kesepahaman ini. Ia berpikir ini akan menghasilkan sesuatu,” kata Baier, seperti dikutip
Anadolu Agency.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya kapan tepatnya sesuatu itu terjadi, Trump memperkirakan sekitar satu minggu.
“Dia optimis secara hati-hati… Saya bertanya kepadanya berapa lama jangka waktunya, dia memperkirakan sekitar seminggu untuk menyelesaikan semuanya,” ujar Baier.
Baier menambahkan “kunci” kesepakatan ini terletak pada persetujuan soal uranium Iran dan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Terpisah, dalam pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih pada Rabu, Trump mengatakan bahwa Iran ingin berngesosiasi dan membuat kesepakatan.
Trump berujar ada pembicaraan yang sangat baik dengan Iran dalam 24 jam terakhir.
“Semuanya berjalan lancar, kita lihat saja apa yang akan terjadi. Mereka ingin membuat kesepakatan, mereka ingin bernegosiasi,” kata Trump di Gedung Putih.
“Sangat mungkin kita akan mencapai kesepakatan,” ucap Trump lagi.
Dalam wawancara dengan PBS, Trump juga menyampaikan bahwa kesepakatan dengan Iran kemungkinan bisa terwujud sebelum perjalanannya ke China pekan depan.
“Saya pikir ada peluang sangat bagus untuk ini berakhir, dan jika tidak, kami akan kembali membombardir mereka habis-habisan,” ujarnya.
Pembicaraan damai AS dan Iran sejak gencatan senjata pada 8 April belum kunjung membuahkan hasil. Kedua pihak terus memperpanjang gencatan senjata, di mana yang terakhir diperpanjang tanpa batas waktu.
Ketegangan di Timur Tengah terus meningkat setelah AS-Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan kuat dari Teheran, bersamaan dengan ditutupnya Selat Hormuz oleh Iran.
Sejak 13 April, AS memblokade jalur dari dan ke pelabuhan Iran sebagai respons atas penutupan Selat Hormuz.
Trump sempat memberlakukan pengawalan kapal-kapal di Selat Hormuz, namun berakhir dihentikan karena alasan negosiasi.
(bac)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video Slaughter Free]
Baca lagi: SBY Cup 2026 di Magelang Siapkan Total Hadiah Rp1,3 Miliar
Baca lagi: Rupiah Perkasa Pagi Ini Rp17.318 Berkat Sinyal Kuat Damai AS-Iran
Baca lagi: Richard Lee Minta Status Mualaf Tak Diperdebatkan Lagi
