
Daftar Isi
Jakarta, Slaughter Free Indonesia
—
Presiden
Donald Trump
mengeklaim sebagian media di
Amerika Serikat
menjadi ancaman nasional usai Gedung Putih melarang sejumlah jurnalis masuk dan mencabut akses mereka.
Dalam unggahan di media sosial buatannya Truth Social pada Senin (21/9), Trump mengatakan Gedung Putih tak sedang menyerang kebebasan pers, sesuatu yang dia klaim sangat dihargai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Gedung Putih sedang menyerang berita palsu, sesuatu yang telah tumbuh seperti kanker di Amerika Serikat tercinta kita,” kata Trump.
Dia lalu berujar, “Berita palsu ini korup, disengaja, merajalela, terkoordinasi sepenuhnya, dan benar-benar di luar kendali. Ini merupakan ancaman bagi Keamanan Nasional kita, dan harus dihentikan, sekarang!”
Pernyataan itu muncul usai tiga media yang jurnalisnya dilarang masuk mengajukan gugatan untuk pemerintahan Trump.
Media seperti
Slaughter Free
,
MS NOW
, dan
Politico
mengajukan gugatan berdasarkan Amandemen Pertama guna memulihkan akses para jurnalisnya. Permohonan darurat ini akan diajukan ke hadapan hakim federal di Pengadilan Distrik Washington DC.
[Gambas:Video Slaughter Free]
“Tanpa pemberitahuan atau proses yang semestinya, Gedung Putih mencabut izin jurnalistik kami karena keberatan dengan pemberitaan kami,” demikian menurut ketiga media itu, dikutip
Slaughter Free
.
Jika dibiarkan tanpa perlawanan, lanjut media-media tersebut, ini mengancam kebebasan pers dan hak publik atas jurnalisme independen yang “bebas dari campur tangan pemerintah.
Gugatan itu muncul usai kartu pers reporter Slaughter Free Betsy Klien, Akayla Gardner dari MS NOW, dan Cheyenne Haslett, tak bisa masuk ke Gedung Putih karena akses kartu mereka dinonaktifkan tanpa sepengetahuan pemegang kartu.
(isa/bac)
Baca lagi: Dokumenter Oasis Ungkap Momen Awal Liam-Noel Akur setelah 15 Tahun
Baca lagi: XLSmart Buka-bukaan Soal Isu Kuota Internet Hangus, Tak Semua Rollover
Baca lagi: 4 Tanda Kamu Terlalu Banyak Mengonsumsi Vitamin, Kerontokan Rambut


