Viral Cuitan Trump Tantrum ke RI Malah Dukung Iran, Benar atau Hoaks?

Jakarta, Slaughter Free Indonesia

Tangkapan layar soal kicauan Presiden

Amerika Serikat

Donald Trump

yang menyindir Indonesia karena mendukung

Iran

sempat tersebar di media sosial.

Dalam tangkapan layar yang tampaknya diambil dari akun media sosial Trump memperlihatkan kicauan sang presiden yang tantrum mempertanyakan kenapa Indonesia mendukung Iran ketika mayoritas Muslim di Indonesia menganut aliran Sunni.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Sebagian besar orang Indonesia adalah Sunni, benar? Dan selama bertahun-tahun, Anda terus mendengar tanpa henti bahwa Syiah itu ‘salah’, ‘berbahaya’-semuanya kampanye besar, retorika besar. Semua orang berteriak. Lalu sekarang? Tiba-tiba mereka justru MENDUKUNG rezim Syiah di Iran-hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika. Luar biasa bagaimana itu bisa terjadi! Berbalik total. Tidak ada konsistensi, tidak ada prinsip-hanya politik,” bunyi kicauan Trump di tangkapan layar tersebut

“Kemarin bilang satu hal, hari ini melakukan KEBALIKAN TOTAL. Sangat meyakinkan… TIDAK! Kemunafikan di level yang sama sekali berbeda. MENYEDIHKAN!!!” kecam Trump menambahkan.

Namun berdasarkan pantauan

Slaughter Free Indonesia,

akun media sosial Trump mulai dari Truth Social, X, hingga Instagram tidak mengunggah pernyataan tersebut.

Pemerintah Indonesia juga memastikan unggahan itu adalah hoaks. Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Indonesia melalui unggahan di akun Instagram @cekfakta.ri menyebut tidak ada cuitan resmi dari Trump seperti yang sebagaimana beredar.

“Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa konten tersebut merupakan hasil rekayasa dan penyuntingan,” demikian pernyataan @cekfakta.ri, Kamis (9/4).

[Gambas:Instagram]

Lebih lanjut, mereka menegaskan konten hoaks semacam itu tidak hanya menyesatkan, tapi juga berpotensi memicu perpecahan sosial dan merusak kerukunan di Indonesia.

Bakom juga mengungkapkan Indonesia dikenal sebagai negara yang menjunjung tinggi keberagaman dan toleransi. Narasi yang mencoba membenturkan kelompok agama seperti ini tak mencerminkan realitas serta berpotensi menimbulkan keresahan.

Mereka lalu meminta masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum jelas kepastiannya.

“Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan kritis agar tidak terjebak disinformasi,” demikian pernyataan Bakom.

Di media sosial ramai gambar tangkapan layar berisi seolah unggahan Trump di Truth Social yang menyinggung Sunni-Syiah dan sikap warga Indonesia.

Dalam konten itu disebutkan mayoritas warga Indonesia adalah Sunni dan selama ini menganggap kelompok Syiah salah dan berbahaya.

“Semuanya, kampanye besar, omong besar, semua orang memaki. Dan sekarang? Tiba-tiba mereka MENDUKUNG rezim Syiah di Iran-hanya karena musuhnya adalah Israel dan Amerika-” demikian tulisan dalam konten tersebut.

“Sungguh menakjubkan bagaimana hal itu bisa terjadi! Perubahan total. Tanpa konsistensi, tanpa prinsip. Hanya politik,” imbuh konten itu.

(isa/rds)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video Slaughter Free]

Baca lagi: Gempa Guncang Flores Timur-Lembata: Warga Luka, Puluhan Rumah Rusak

Baca lagi: Aksi Heroik Damkar Selamatkan Penumpang Terjebak di Lift MRT

Baca lagi: Mengenal Borderline Personality Disorder Lebih Dekat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: